Search

Join Us

Join this site

Ads

Tampilkan postingan dengan label Criminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Criminal. Tampilkan semua postingan

Dingo Terbukti Membunuh Bayi di Australia

Selasa, 12 Juni 2012

Platinum Site - Sudah 32 tahun misteri menyelimuti kasus menghilangnya seorang bayi bernama Azaria Chamberlain dari sebuah perkemahan di Australia.

Kedua orangtuanya, Lindy dan Michael Chamberlain, yang mengatakan bayi mereka diculik anjing dingo, sempat dituduh bertanggung jawab atas kematian Azaria. Namun seiring dengan bermunculannya bukti-bukti baru, mereka dibebaskan dari tuduhan pembunuhan sang putri walau diliputi keraguan dari rakyat Australia.

Penyelidikan yang sudah berlangsung belasan tahun pun berakhir. Kantor berita BBC, Selasa 12 Juni 2012 melaporkan, tim forensik penyelidik kasus Azaria akhirnya menyatakan bahwa dingo adalah penyebab hilang dan tewasnya Azaria.

Putusan tersebut didasarkan pada barang bukti berupa rekaman kasus-kasus serangan dingo terhadap manusia yang diserahkan Lindy dan Michael awal tahun ini. Pasangan yang kini telah bercerai itu mengaku lega dengan pernyataan tim forensik.

"Warga Australia tidak bisa lagi berkata dingo tidak buas. Kita tinggal di Australia, negara yang cantik namun berbahaya," kata Lindy yang selama ini gigih mengatakan bahwa dingolah yang bertanggung jawab atas kematian putrinya.

Kasus Azaria Chamberlain merupakan kasus besar yang menyita perhatian seluruh warga Australia dan membagi mereka menjadi dua kubu. Perjuangan Lindy membuktikan bahwa dia tidak bersalah dijadikan ilham film Hollywood, A Cry In The Dark, pada 1988.

Bayi Azaria yang masih berusia delapan minggu hilang dari tendanya di dekat Uluru, Ayers Rock pada 1980. Lindy dan Michael yang mengatakan putri mereka diculik anjing dingo, didakwa berturut-turut sebagai pelaku dan kaki tangan pada 1982.

Penyelidikan terus berjalan. Polisi kemudian menemukan potongan baju bayi yang diduga milik Azaria di sarang dingo, dan kasus kembali dibuka.

Nama Lindy dan Michael pun dibersihkan dari segala tuduhan. Awal tahun ini, penyelidikan keempat kembali dibuka, dengan hasil yang mementahkan tiga penyelidikan sebelumnya.

"Kebenaran itu selalu ada," ucap Michael Chamberlain. "Sekarang tinggal kembali berbenah dan membiarkan putri kami beristirahat dengan tenang."
Read Post | komentar

Kanibal Miami, Akibat Narkoba atau Voodo?Pelaku Rudy Eugene (kiri) dan korbannya, Ronald Poppo (kanan) (Reuters)

Jumat, 01 Juni 2012

Pelaku Rudy Eugene (kiri)
dan korbannya, Ronald Poppo (kanan) (Reuters)
Platinum Site - Ini kejadian yang sangat mengerikan: Sabtu 26 Mei 2012, Rudy Eugene (31) dalam keadaan tanpa busana menyerang seorang tuna wisma bernama Ronald Poppo (65) di sebuah trotoar di perlintasan MacArthur, yang menghubungkan pusat kota dan kawasan pantai Miami.

Itu bukan serangan biasa, Eugene yang tak waras mengunyah wajah korbannya hidup-hidup, sebelum ia akhirnya tewas ditembak mati polisi yang tak berhasil memerintahkannya berhenti.

Korban yang luka parah di bagian muka harus menjalani perawatan selama berbulan-bulan di rumah sakit mengembalikan bentuk wajahnya. Pria malang itu juga berjuang melawan ancaman maut infeksi, dan yang pasti, trauma berat. Kini, polisi terus menyelidiki penyebab insiden penyerangan ini, meski Eugene tak lagi bisa dimintai keterangan.

Salah satu dugaan, Eugene memakai narkoba yang di jalanan dikenal dengan istilah "bath salt", "garam mandi". Meski sering disebut sebagai LSD (lysergic acid diethylamide) jenis baru", efek utama "bath salt" tidak menimbulkan halusinasi atau distorsi ruang dan waktu seperti halnya LSD.

Seperti dimuat CNN, ia sejatinya adalah bahan kimia mirip amfetamin. Seperti campuran methylenedioxypyrovalerone (MDPV), mephedrone, dan pyrovalerone.

Garam mandi bisa dihisap mulut seperti rokok, dihirup, atau disuntikkan. Mirip kokain, atau kristal amfetamin, ia menimbulkan efek psikoaktik, termasuk meningkatkan kewaspadaan, euforia, agitasi dan banyak lagi.

Sementara, efek fisiologis termasuk tekanan darah tinggi dan detak jantung meningkat. "Itu membuat pemakainya gila dan menjadi sangat kejam," kata anggota polisi, Armando Aguilar kepada situs WPLG, yang berafiliasi dengan CNN. "Saat kami mendekatinya, memintanya berhenti sambil menodongkan pistol. Ia menoleh, menggeram seperti binatang."

Seperti dimuat Reuters, karena "bath salt" dibuat oleh "ahli kimia jalanan," tak ada cara untuk mengetahui apa saja bahan kimia dalam formulanya. Juga tidak ada tes medis untuk mendeteksi "bath salt" pada seseorang. "Satu-satunya untuk mengetahuinya, adalah jika mereka memberitahu Anda," kata salah satu ahli.

Pacar menduga voodoo

Seperti dimuat situs SkyNews, Kamis 31 Mei 2012 malam, kekasih Eugene punya dugaan lain selain narkoba: voodoo. Perempuan yang dipacari pelaku selama 5 tahun itu mengaku, ia tak pernah berpikir ilmu hitam itu ada, hingga saat ini. "Aku tak tahu cara lain untuk menjelaskan ini," kata perempuan yang tak mau namanya disebutkan kepada Miami Herald.

Dugaan perempuan itu berdasar dari asal Eugene, Haiti, di mana voodoo lazim dipraktekkan. Meski bukan orang Haiti, sang pacar menduga, pelaku dikutuk seseorang.

Sebab, penggambarkan Eugene sebagai monster pengunyah wajah orang, tidak masuk akal baginya. "Sesuatu terjadi di luar kebiasaan hari itu. Saya tidak ingin dia diberi label "Zombie Miami"," kata dia.

Dalam ingatannya, Eugene adalah pria beriman yang baru-baru ini mencoba mengentikan kebiasaannya menghisap ganja.

Perempuan itu untuk kali pertamanya mengetahui laporan ada orang memakan wajah manusia dari televisi. "Saat itu aku berpikir, itu gila," kata dia. Ia tak mengira pelaku adalah kekasihnya sendiri. Di pagi hari, sebelum insiden terjadi, Eugene sempat mengontaknya, mengabarkan mobilnya sedang rusak.

Pada hari Senin, salah satu keluarga Eugene mengontaknya, memberi tahu bahwa pacarnya adalah pelaku penyerangan yang mengejutkan dunia, sekaligus bahwa ia tewas di-dor polisi.

Ibu Eugene, Ruth Charles juga tampil bicara ke media, membela anaknya. "Semua orang menyebutnya zombie, tapi aku tahu ia bukan zombie. Dia anakku," kata dia kepada CBS-4.

Ia menduga Eugene dalam pengaruh obat ketika melakukan tindakan mengerikan itu. "Aku tak tahu apa yang mereka suntikkan, yang mengubahnya menjadi seperti itu," kata dia.

Sementara, sahabat Eugene sejak remaja, Joe Aurelus mengatakan, temannya itu sedang berjuang berhenti merokok ganja, menghadapi masalah keluarga, dan belum mendapat pekerjaan. "Ia sedang berjuang melawan setan," kata dia.
Read Post | komentar (2)

VIDEO: Bunuh Diri di Facebook

Kamis, 24 Mei 2012

Platinum Site - Halaman Facebook dan video enam menit bisa menceritakan kehidupan remaja 12 tahun. Seorang gadis yang ibunya meninggal saat berumur 3 tahun. Selama pertumbuhan, Hailey Bennet mengalami penyiksaan oleh teman-temannya. Akhirnya, gadis itu bunuh diri.
Masalahnya hanya satu: semua itu palsu.
Kisah ini dirancang oleh siswa SMA dengan membuat laman Facebook dan video. Proyek ini membuat pemeran Bennet, Jessica Barba yang aslinya berusia 15 tahun, diskors pihak sekolah selama 5 hari.
Menurut Mashable, salah satu orangtua melaporkan laman Facebook itu setelah Barba yang menyamar menjadi anak 12 tahun mengaku, "Saya ingin mati." Polisi mengontak pihak sekolah, dan remaja itu dibawa ke kantor asisten kepala sekolah.



atau klick link ini.


Barba membela diri dengan menyatakan sudah memberikan penjelasan pada laman Facebook dan di video itu. Tapi, pihak sekolah menampiknya dengan mencetak bukti tampilan lamannya. Barba tidak memuat penjelasan.
Ibu remaja itu berusaha menunjukkan kepada pihak sekolah bahwa laman itu mencantumkan penjelasan. Tapi, itu tidak melepaskan Barba dari masalah.
"Saya berusaha menjelaskan. Mereka punya bukti cetakan halaman itu. Tapi, tidak ada halaman yang saya maksudkan untuk penjelasan tentang kepalsuan ini," ujar Jessica.
"Ketika saya dihukum, saya menangis histeris. Saya tidak percaya bisa dihukum untuk hasil kerja keras ini. Tujuannya baik," ujarnya seperti dilansir dari MSNBC.
Banyak kisah palsu yang beredar di Facebook mengenai penindasan dan pelecehan. Semua kasus ini menimbulkan masalah dengan hukum. Barba menjelaskan dia bermaksud baik dengan membuat proyek ini. Dia hendak mengingatkan tentang bahaya penindasan di sekolah.
Read Post | komentar

Dituntut, Pirate Bay Coba Naik Banding

Selasa, 15 Mei 2012

Headline
Platinum Site - Dituntut dengan tuduhan pelanggaran hak cipta, pihak Pirate Bay mencoba mengajukan naik banding. Seperti apa?
Pendiri dari Pirate Bay mengatakan bahwa ia akan mengajukan naik banding kasus yang menjeratnya ke pengadilan tingkat Eropa, setelah pengadilan Supreme Court di Swedia, menolak untuk mendengarnya.
"Kini kita tahu bahwa tidak ada solusi lain lagi untuk kasus ini, selain ke pengadilan European Court of Justice," ujar Jonas Nilsson yang mewakili Fredrik Neij. Demikian seperti dikutip dari ST.
Neij, pendiri Pirate Bay, aslinya didakwa satu tahun penjara oleh pengadilan tingkat lebih rendah. Namun pada 2010 pihak pengadilan memendekkan hukumnnya menjadi hanya 10 bulan.
Sementara co-founder Pirate Bay, Peter Sunde dan Carl Lundstroem, juga didakwa delapan dan empat bulan. Ketiga pemimpin Pirate Bay itu diharuskan membayar sebesar US$46 juta, sebagai ganti rugi pelanggaran hak cipta industri film dan musik.
Read Post | komentar

AS dan China Kerjasama Berantas Kejahatan Cyber

Rabu, 09 Mei 2012

Headline
Platinum Site - Pihak AS dan China secara mengejutkan mengumumkan bahwa mereka akan bekerjasama memerangi kejahatan cyber. Seperti apa?
Meski banyak perbedaan pada pandangan politik mereka, namun kedua pihak sepakat melakukan pemberantasan terhadap kejahatan cyber.
Kerjasama itu diumumkan setelah pertemuan antara US Defense Secretary, Leon Panetta dengan Chinese Minister for National Defense, Liang Guanglie, di Washington.
"Pertemuan ini sangat penting mengingat China dan AS telah memiliki kemampuan teknologi yang cukup untuk aksi ini," ujar Panetta. Demikian seperti dikutip dari Mashable.
Laing juga menyangkal klaim yang menyebutkan bahwa China merupakan sumber dari cyber-attack kepada pemerintah AS. "Saya tidak setuju dengan klaim tersebut," ungkapnya.
Sebelumnya berbagai laporan menyebutkan bahwa pemerintah AS dan beberapa firma keamanan menunjuk pihak China bertanggung jawab atas berbagai serangan peretas dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Read Post | komentar
 
© Copyright Platinum Site 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all