Search

Join Us

Join this site

Ads

Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Saat Bercinta, Kura-Kura Purba Ini Malah Mati

Rabu, 20 Juni 2012

Platinum Site - Kali pertama penemuan fosil hewan bertulang belakang, vertebrata tertangkap basah. Sembilan pasanga fosil ditemukan di Messel Pit, dekat Darmstadt, Jerman. Betina bisa diidentifikasi karena memiliki ekor yang lebih pendek.

Pasangan yang sedang berhubungan intim ini diyakini mati karena gas beracun dari dasar kawah gunung api. Peneliti Universitas Tuebingen, Jerman, Dr. Walter Joyce mengatakan kura-kura ini termasuk spesies langka Allaeochelys crassesculpta.

Bukti anatomi membuktikan pasangan kura-kura ini jantan dan betina. Tempurungnya mencapai panjang 2 kaki.

"Kami menunjukkan untuk kali pertama pasangan yang terdiri dari satu jantan dan satu betina secara individual. Ekor dari beberapa pejantan tersambung dengan betinanya," ujar Dr. Joyce seperti dilansir dari Daily Mail.

Jantan memiliki ekor yang lebih panjang dari tempurungnya. Sementara betina berukuran cukup pendek untuk bisa masuk ke dalamnya.

Ilmuwan meyakini gas vulkanik berasal dari danau. Selama beberapa waktu gas beracun ini telah menjadi penyebab kematian berbagai hewan sekitarnya. Di wilayah dekat kawah ini, banyak fosil vertebrata ditemukan dalam sendimen.
Read Post | komentar

Gunung Berapi Bawah Laut Berikan Petunjuk Sebelum Letusan

Sabtu, 16 Juni 2012


Sebuah gunung berapi bawah laut memberikan sinyal yang jelas sebelum meletus tahun lalu. Temuan ini, menurut para peneliti, dapat membantu memperkirakan letusan di masa depan.

Sekitar tiga perempat letusan gunung berapi di bumi terjadi di bawah laut. Tetapi mereka sulit dideteksi karena lokasinya yang terendam lautan.

Kini robot submersibles (robot penyelam untuk penelitian) dan sejumlah instrumen ilmiah lainnya dapat membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang gunung berapi misterius tersebut. Temuan mereka dapat menuntun pada peramalan jangka pendek untuk letusan bawah laut di masa depan.

Petunjuk letusan
Para peneliti berkonsentrasi pada Axial Seamount, sebuah gunung berapi bawah laut yang berada sekitar 400 kilometer lepas pantai Oregon. Gunung berapi ini, yang terletak lebih dari 1.500
meter di bawah permukaan air, meletus pada 6 April 2011.

"Axial Seamount memiliki keunikan karena merupakan salah satu dari sedikit tempat di dunia yang memiliki catatan pemantauan jangka panjang dari gunung berapi bawah laut, dan kami sekarang dapat membuat sebuah pola," kata seorang peneliti Bill Chadwick, seorang ahli geologi di Oregon State University di Newport.

Para peneliti menggunakan sensor tekanan di dasar laut untuk memantau gerakan vertikal. "Gerakan naik di dasar laut mulai terjadi secara bertahap dan terus-menerus dengan sekitar 2000 gerakan, dua tahun setelah letusan terakhir, " kata Chadwick. "Tapi tingkat kenaikan magma naik dari bertahap menjadi lebih sering hingga empat sampai lima bulan sebelum letusan. Lalu naik hingga sekitar tiga kali lipat, memberikan petunjuk bahwa akan terjadi letusan berikutnya."

Kurang dari sejam sebelum letusan, lantai laut mengalami kenaikan mendadak sampai sekitar 7 cm. Setelah letusan tersebut, lantai laut turun hingga 2 meter karena magma mengalir ke dalam kerak samudera dan meletus sebagai lava.

"Gerakan semacam ini telah terdeteksi di daerah gunung berapi di darat sebelumnya, tapi tidak secara efektif terdeteksi di lautan," kata ahli geologi laut, Neil Mitchell dari Universitas of Manchester di Inggris, yang tidak mengambil bagian dalam penelitian ini.

Sinyal seismik
Data seismik dari mikrofon bawah air juga memberikan petunjuk untuk perilaku gunung berapi, menunjukkan penumpukan terjadi secara bertahap dengan jumlah gempa bumi kecil (kira-kira sekitar 2 SR) dalam empat tahun sebelum letusan 2011.

Kemudian peneliti mendeteksi adanya lonjakan mendadak dari energi seismik sekitar 2,6 jam sebelum letusan.

"Hidrofon (mikrofon bawah laut) menerima sinyal dari ribuan gempa bumi kecil dalam beberapa menit, yang kami telusuri karena kenaikan magma dalam gunung berapi dan menerobos kerak," kata peneliti Bob Dziak, seorang ahli geologi kelautan dari Oregon State University.

"Ketika magma naik, magma tersebut memaksa keluar melalui retakan dan menciptakan ledakan aktivitas gempa yang meningkat karena semakin mendekat ke permukaan."

"Dengan menggunakan analisis seismik, kita dapat dengan jelas melihat bagaimana magma naik dari dalam gunung api sekitar dua jam sebelum letusan," tambah Dziak. "Entah sinyal energi seismik sebelum letusan Axial adalah sesuatu yang unik atau mungkin ditiru di gunung berapi lainnya masih belum jelas, namun dapat memberikan kepada para ilmuwan suatu dasar yang sangat baik untuk menentukan langkah yang akan diambil."

Robot penyelam
Para peneliti juga menggunakan robot penyelam untuk memindai dasar laut dengan gelombang suara, pemetaan topografi gunung berapi dari sekitar 50 meter di atas puncak sebelum dan setelah letusan 2011.

Survei ini memungkinkan ahli geologi dapat dengan jelas membedakan aliran lava pada 2011 dari banyak arus sebelumnya yang banyak di daerah tersebut dan mencari celah dari mana arus ini muncul, kata peneliti David Caress, seorang insinyur dari Monterey Bay Aquarium Research Institute di Moss Landing, California.

Gambar terperinci menunjukkan aliran lava setipis 20 cm dan setebal 137 m. Para ilmuwan juga melihat aktivitas biologis pada lubang hidrotermal yang baru terbentuk.

"Menggabungkan pengamatan biologis dengan pengetahuan kita tentang kegempaan, dan distribusi lava dari letusan 2011 secara lebih lanjut akan membantu kita untuk menghubungkan aktivitas vulkanik bawah laut dengan kehidupan yang didukung olehnya."

Para peneliti mengatakan bahwa Axial Seamount bisa meletus lagi, mungkin segera setelah 2018, berdasarkan perubahan pada lingkaran pola deformasi tanah yang mereka lihat.

"Sekarang kita mengetahui beberapa sinyal jangka panjang dan jangka pendek yang terjadi sebelum letusan di Axial Seamount, kita bisa memantau kenaikan tingkat aktivitas seismik pada gunung bawah laut," kata Dziak.
Read Post | komentar

Perempuan Ini "Melahirkan" 12 Bayi Cumi-Cumi

Platinum Site - Laporan bioteknologi memaparkan perempuan berusia 63 tahun "hamil" dengan 12 bayi cumi-cumi. "Ibu cumi-cumi" ini berasal dari Korea Selatan. Dia "hamil" setelah memakan cumi-cumi goreng. Tiba-tiba dia jatuh setelah merasakan sakit di dalam mulutnya.

Kejadian aneh ini telah terbukti secara ilmiah hingga masuk dalam makalah National Center for Biotechnology Information di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat.

Perempuan ini mengatakan kepada dokter, dia merasakan sensasi di dalam mulutnya. Rasanya seperti ada "gangguan organisme kecil". Ketika diperiksa, dokter menemukan "bayi cumi" menempel dalam mulutnya. Gangguan ini serupa buah kecil yang dilapisi material seperti semen sehingga bisa melekat.

Di dalam buah itu terdapat "alat ejakulasi dan sperma" dengan alat pembuangan sperma yang cukup kuat.

Setelah korban dibawa ke rumah sakit, dokter memindahkan bayi cumi-cumi itu dari gusi, lidah, dan pipi perempuan itu. Setelah diambil, baru teridentifikasi secara resmi benda asing itu merupakan "spermatophores cumi-cumi" atau kantong sperma.

Menurut Science 2.0, spermatophore ini serupa kantong semen. Situs ini menambahkan cara spermatophore menancap di kulit masih menjadi misteri.

"Dua belas benda kecil dan putih berbentuk gelondong yang serupa kutu terjebak pada selaput lendir dari lidah, pipi, dan gingiva (gusi). Semuanya telah diangkat bersama mukosa (lapisan mulut) yang terinfeksi," tulis Pusat Perpustakaan Kedokteran Nasional AS.

"Berdasarkan basis morfolofi dan keberadaan kantong sperma mereka, benda asing ini diidentifikasi sebagai spermatophores cumi-cumi," imbuhnya seperti dilansir dari Daily Mail.
Read Post | komentar

Inilah Penjelasan Ilmiah tentang Vampir

Platinum Site - Menurut publikasi penelitian pakar antropologi forensik, Matteo Borrini, makam kerangka perempuan yang mati pada wabah abad ke-16 di Venesia, Italia diduga menjadi penguburan vampir tertua yang pernah diketahui. Masih tidak jelas rangka itu memang vampir atau bukan.

Pakar antropologi Italia lainnya skeptis dengan temuan ini. Mereka menilai batu bata itu mungkin hanya ditemukan saja di dekat rahang. Status perempuan ini sebagai vampir masih diragukan. Tapi, kepercayaan mengenai vampir telah menyebar sejak lama di Eropa. Orang-orang telah mengambil langkah untuk mengatasi ancaman itu.

Menurut antropolog, Paul Barber, kisah mengenai vampir telah menjadi legenda rakyat lokal pada setiap budaya. Penulis buku Vampires, Burial, and Death cetakan Penerbit Universitas Yale, Amerika Serikat ini menilai ada beberapa kesamaan mengenai cerita rakyat dengan vampir Eropa.

Penduduk desa menggabungkan ketakutan terhadap kematian dengan kepercayaan terhadap kutukan yang menimpa mereka. Menurut mereka, orang yang baru saja dikubur bertanggung jawab atas kemalangan nasib mereka. "Mayat" ini dituduh bangkit dari kubur dengan tujuan yang jahat.

Proses Pembusukan

Cerita rakyat menawarkan berbagai cara melindungi diri dari serangan vampir. Tapi, ada dua langkah perlindungan dasar.

Pertama, siapkah langkah pencegahan agar orang mati tidak menjadi vampir. Ini biasanya dilakukan ketika seseorang meninggal.

Tidak jarang tubuh digali dalam jangka waktu harian, minggu, atau beberapa bulan setelahnya. Orang-orang akan mencari bukti tubuh telah kembali aktif dalam waktu dekat atau mencoba melarikan diri dari peti matinya.

Menurut Life's Little Mysteries, kadang proses biasa dekomposisi sering dianggap salah sebagai fenomena supranatural. Jika peti mati kedap udara, pembusukan tubuh mungkin melambat beberapa minggu dan bulan.

Dekomposisi usus menyebabkan perut tampak kembung. Ini memompa darah naik ke mulut. Mayat terlihat seperti baru menghisap darah. Tanda-tanda ini keliru dianggap sebagai bukti tuduhan vampir.

Salah satu keyakinan yang menyebar luas yakni menusuk vampir dalam kuburnya. Ide ini dilakukan dengan secara fisik menusukkan vampir ke bumi. Bagian dada dipilih karena itu menjadi batang tubuh, bukan karena ada koneksi simbolis dengan jantung.

Penusukkan tidak harus menggunakan tongkat kayu seperti mitos yang beredar. Vampir seperti juga jin, diyakini takut terhadap benda yang terbuat dari besi logam. Penusukkan dengan besi justru bisa lebih efektif. Cara ini bisa dilihat pada dua kerangka yang ditemukan para arkeolog Bulgaria. Dada kedua rangka itu ditemukan telah dihujam dengan batang besi.

Metode tradisional lain untuk mencegah vampir termasuk dengan menguburkan kembali tubuh. Wajah vampir harus menghadap ke bawah. Kepalanya juga harus dipenggal. Mulut vampir biasanya diisi dengan bawang putih. Batu bata juga bisa digunakan seperti terlihat pada penemuan rangka vampir terkini.

Untuk melawan vampir yang bangkit, orang zaman dulu akan membawa bawang putih, jimat, dan air suci. Dalam beberapa tradisi, cara terbaik menghentikan vampir dengan membawa sebungkus kecil garam. Jika vampir mengejar, tumpahkan saja garam di belakang tanah Anda melangkah. Menurut redaktur majalah sains Skeptical Inquirer, Benjamin Radford, cara ini diyakini membuat vampir sibuk menghitung dan berhenti mengejar.

Beberapa orang percaya benda berbentuk butiran seperti pasir juga bisa digunakan untuk menangkal kejaran vampir. Garam sering ditempatkan di atas dan sekitar pintu dengan alasan yang sama.

Mirip Gejala Penyakit

Beberapa penyakit dan kelainan juga memiliki ciri yang serupa dengan vampir. Dari rentan terhadap cahaya matahari hingga takut dengan bawang putih dan kaca. Alliumfobia merupakan penyakit ketakutan terhadap tanaman berbau. Rabies juga menimbulkan gejala mirip vampir dengan keinginan menggigit orang lain.

Pada 1985, ilmuwan David Dolphin menemukan penyakit yang mirip mitos vampir. Penyakit kelainan genetika darah ini disebut Porphyria. Penderitanya memiliki keinginan untuk meminum darah manusia untuk meringankan gejala mereka. Tapi, teori ini dinilai hanya kesalahpahaman gejala. Gejala air seni yang berwarna merah malah dinilai salah sebagai ciri peminum darah.

Salah satu gejala nyata penyakit Porphyria mirip dengan vampir. Penderita sangat sensitif terhadap cahaya. Hanya beberapa menit terkena paparan cahaya matahari, kulit mereka bisa melepuh.

Taring panjang khas vampir juga menjadi gejala penyakit Hypohidrotic ectodermal dysplasia. Menurut Institut Kesehatan Nasional, penyakit langka ini membuat gigi lain tidak ada. Hanya menyisakan taring yang tumbuh meruncing.
Read Post | komentar

Ikan Hiu Purba Ini Leluhur Manusia

Kamis, 14 Juni 2012

Platinum Site - Menurut ilmuwan, manusia berevolusi dari ikan hiu purba yang mendiami laut lebih dari 300 juta tahun lalu. Ikan primitif bernama Acanthodes bronni ini menjadi leluhur bagi semua makhluk bertulang belakang atau vertebrata berahang di bumi. Dan manusia termasuk makhluk bertulang belakang.

Setelah analisa ulang tempurung otak berusia 290 juta tahun, ilmuwan mengetahui hewan purba ini bagian dari gnathostomes modern. Artinya, makhluk berahang ini termasuk ribuan vertebrata hidup seperti ikan, burung, reptil, mamalia, hingga manusia.

Acanthodes berasal dari bahasa Yunani berarti "berduri". Hewan ini telah hadir sebelum berpisah dengan hiu permulaan dan ikan berduri pertama. Garis keturunan ini mencakup manusia. Fosil telah ditemukan di Eropa, Amerika Utara, dan Australia.

Dibanding hiu berduri lainnya, hewan ini tergolong besar dalam ukuran panjang. Ikan ini memiliki insang, bukan gigi. Matanya besar dan memakan plankton.

"Tanpa diduga, ternyata Acanthodes menjadi gambaran terbaik yang kami miliki mengenai kondisi leluhur terakhir yang sama dari ikan bertulang dan hiu," ujar pakar biologi Universitas Chicago, Amerika Serikat, Profesor Michael Coates.

"Temuan kami menunjukkan bahwa ikan bertulang tahap awal serupa dengan hiu, bukan sebaliknya. Anggapan awal kami mengenai hiu berbeda pada kenyataannya. Ini vertebrata berahang modern," katanya seperti dilansir dari Daily Mail.
Read Post | komentar
 
© Copyright Platinum Site 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all