Search

Join Us

Join this site

Ads

Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Budaya-Budaya Teraneh Didunia

Rabu, 04 April 2012

  Terdapat banyak sekali budaya ataupun kebiasaan dari berbagai suku di dunia ini. Namun diantaranya ada beberapa budaya yang mempunyai kebiaasaan sangat aneh dan ekstrim.Diantaranya adalah sebagai berikut

1. Tatto Seluruh Tubuh

    Walaupun, untuk mengejar predikat cantik, seseorang harus rela merasakan sakit yang amat sangat. Gambar diatas adalah tatto full bodi, sehingga orang yang mentato seluruh tubuhnya, akan kelihatan berpakaian lengkap, biarpun ia telanjang bulat.

2. Gigi Buaya

   Di New Guinea, seseorang dikatakan dewasa dan modis, bila sudah mempunyai tato gigi buaya. Mereka menggambar motif atau symbol di tubuh dengan menggunakan gigi buaya. Jika luka-lukanya sudah sembuh, maka ia akan mendapatkan gambar timbul di punggungnya.

3. Muka Penuh Luka

   Orang Afrika barat membuat luka dimuka agar diakui. entah luka itu di buat dengan cara apa, dan bagaimana rasanya. Namun yang jelas itu lebih murah daripada perawatan rutin tiap hari.

4. Kakinya Dikurangi

   Sejak kecil, gadis-gadis di cina sudah melakukan pemotongan kaki mengerikan ini. Lihatlah lukanya. Ini dilakukan agar kakinya bisa kecil sehingga muat di sepatu kecil khas china. Semakin kecil ukuran sepatunya, semakin cantiklah ia.

5. Penajaman gigi

   Jika gigi kita kena sesuatu yang keras saja sakit, apalagi jika harus dibuat runcing seperti gambar ini. Banyak kebudayaan di dunia menganut kecantikan gigi runcing ini. Jika sudah memasuki usia dewasa, giginya harus diruncingkan dengan cara diasah. Seseorang bisa pingsan saat melakukannya.

6. Lidah Bercabang

   Sebenarnya idenya adalah lidah reptil, sehingga lidah manusia harus diiris di tengah untuk bisa menyamainya. Ia harus menanggung resiko infeksi dan susah makan ketika melakukannya.

7. Korset Ketat

   Gadis bangsawan eropa jaman dahulu, melakukan kegiatan menyakitkan ini setiap harinya. Tali korsetnya di tarik sekuat mungkin agar badannya tampak langsing dan cantik. Resiko sesak napas dan tulang sakit adalah konsekuensinya. Namun ini dianggap lebih efektif dari pada harus berdiet untuk mempertahankan bentuk tubuh.

8. Gelang leher

   Padaung, terletak di pegunungan Burma sampai Thailand, mempunyai kebiasaan unik ini. Mereka memasang gelang di leher wanitanya. Semakin banyak gelang dan semakin panjang lehernya, maka semakin cantiklah ia. Rasa sakit yang luar biasa harus di rasakan selama bertahun-tahun. Resiko patah leher dan mati menanti. Jika gelang sudah dipasang, adalah anti untuk melepasnya. Karena jika dilepas semuanya, beberapa menit kemudian lehernya patah.

9. Bibir Piring

Orang Ethiopia menganggap ini adalah cantik.

Read Post | komentar

Karena Mitos, Wanita Zimbabwe Memperkosa

Selasa, 27 Maret 2012

Platinum Site - Seolah sudah menjadi kesepakatan sosial bahwa pemerkosaan menempatkan pria sebagai pelaku dan wanita sebagai korban. Tapi, kesepakatan ini segera luruh setelah kita mendengar kisah pemerkosaan di Zimbabwe.

Seperti dikutip Telegraph, sejumlah media lokal memberitakan belakangan ini ada banyak kasus wanita yang nekat melakukan pemerkosaan demi mendapatkan sperma dari seorang laki-laki. Wanita-wanita itu terjebak mitos "Juju" yang menempatkan sperma sebagai simbol keberuntungan.

Susan Dhliwayo, 19, seorang wanita asal Zimbabwe merasakan efek buruk dari pemberitaan itu. "Sekarang banyak pria takut jalan dengan wanita yang baru dikenal. Mereka tidak percaya lagi dengan wanita," katanya.

Sejumlah wanita yang mempercayai mitos sesat itu kerap menyasar pria pendatang. Mereka nekat memberi obat stimulan seksual lalu memaksanya melakukan hubungan intim di bawah ancaman. Kasus ini merebak sejak 2009.

Banyak sosiolog di negara itu mengungkapkan bahwa sperma-sperma yang terkumpul akan digunakan untuk ritual tradisional demi mendapatkan keberuntungan dalam segala hal--mulai dari memajukan bisnis, hingga melindungi diri dari penjahat. "Sungguh tak masuk akal," kata seorang sosiolog dari Universitas Zimbabwe, Tonton Ruparanganda.

Kasus ini bahkan menarik perhatian kelompok hak asasi wanita di negara tersebut. Mereka mengritik media yang seolah-olah telah menghakimi semua wanita sebagai pemerkosa. Mereka mengingatkan ada banyak kasus kekerasan terhadap wanita yang belum terselesaikan. "Yang seharusnya menjadi fokus adalah bagaimana menyelamatkan wanita-wanita itu dari jebakan ritual sesat."
Read Post | komentar

Tantangan Menjadi Geisha Bule di Jepang

Senin, 26 Maret 2012

Platinum Site - Bagi kebanyakan perempuan Jepang, geisha mungkin bukan pilihan profesi yang umum walau merupakan bagian dari kebudayaan mereka. Maka, publik lokal terheran-heran saat ada perempuan Barat memutuskan untuk menembus tradisi itu dan dilatih menjadi geisha.

Di Jepang, Geisha dikenal sebagai seniman atau penghibur tradisional. Namun, istilah "gadis geisha" umum digunakan pada masa pendudukan Amerika Serikat di Jepang pasca Perang Dunia Kedua mengandung konotasi prostitusi. Dengan kata lain, mereka sering disebut sebagai wanita penghibur.

Adalah Fiona Graham, seorang wanita Australia yang juga pemegang gelar PhD jurusan Antropologi Sosial dari kampus bergengsi Oxford University, yang memutuskan untuk menjadi geisha. Dilansir Daily Mail Kamis 15 Maret 2012, Graham memulai debutnya sebagai geisha dengan nama Sayuri pada 2007 setelah setahun persiapan dan latihan di distrik Asakusa, Tokyo.

Seperti layaknya geisha lainnya, di distrik bersejarah negeri Sakura itu, dia juga tergabung dalam sebuah asosiasi geisha, yaitu di Asosiasi Geisha Asakusa. Graham bekerja di sana selama lebih dari tiga tahun.

Pada 2011 dia tidak lagi bergabung dengan asosiasi, konon untuk alasan yang buruk. "Dia sering tidak mengikuti pelajaran dan sering tidak mematuhi peraturan. Dia juga sering melawan kami," kata seorang geisha rekannya.

Namun, tuduhan ini ditepis Graham, yang kini bekerja sebagai geisha independen. Dia menekankan, sebagai seorang Kaukasia, dia harus bekerja jauh lebih keras daripada geisha Jepang.

"Memiliki kulit putih sama sekali bukan keuntungan dalam industri ini. Pelanggan tidak mencari geisha kulit putih. Jadi, bagi saya ini lebih sulit," kata wanita yang jatuh cinta pada budaya Jepang sejak usianya masih 15 tahun.

Secara teknis, Graham bukanlah wanita Kaukasia pertama yang bersentuhan dengan industri geisha. Sebelumnya, ada Lesley Downer asal Inggris dan yang paling terkenal, Liza Dalby yang memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat.

Downer, yang tinggal selama 12 tahun di Jepang, menyelami kehidupan geisha di kota Kyoto selama enam bulan. Suka duka kehidupan geisha dan latar belakang historis mereka pun dituangkan dalam buku Geisha: The Secret History of a Vanishing World, yang terbit pada 1999.

Eksotisme geisha juga memikat Dalby, seorang antropolog. Dia dianggap sebagai pakar dalam studi komunitas Geisha, dan bertindak sebagai konsultan novelis Arthur Golden yang terkenal dengan karyanya Memoirs of A Geisha. (ren)
Read Post | komentar

Madagaskar Ditemukan Oleh Perempuan Indonesia Part 2

Kamis, 22 Maret 2012

Platinum Site - Beberapa perempuan Indonesia menjadi pendiri dari koloni Madagaskar 1.200 tahun yang lalu, ujar para peneliti pada Rabu akan salah satu episode aneh dalam sejarah pengembaraan manusia.


Antropolog banyak yang terpesona dengan Madagaskar, karena pulau itu jauh dari sejarah penaklukan manusia di planet ini selama ribuan tahun.


Pulau itu kemudian menjadi tempat tinggal bagi penduduk asli Afrika serta orang Indonesia, yang terletak 8.000 kilometer dari Madagaskar.


Sebuah tim yang dipimpin oleh ahli biologi molekuler Murray Cox dari Massey University, Selandia Baru, meneliti DNA penduduk Madagaskar demi mencari petunjuk atas penjelasan teka-teki imigrasi tersebut.


Mereka mencari ciri-ciri yang diturunkan kromosom melalui garis ibu, dengan contoh DNA yang diambil dari 266 orang yang berasal dari tiga kelompok etnis Malagasi.


Dua puluh dua persen dari DNA itu memiliki variasi dari "motif Polinesia," karakteristik gen yang ditemukan di penduduk Polinesia, tapi sangat jarang ada di bagian barat Indonesia. Di salah satu kelompok entis Malagasi, satu dari dua orang memiliki karakteristik ini.


Jika hasil itu benar, maka sekitar 30 perempuan Indonesia menjadi pendiri dari populasi Malagasi "dengan kontribusi yang lebih kecil, tapi sama pentingnya, dengan yang berasal dari Afrika," ujarnya.


Penelitian itu berfokus kepada DNA mitokondria, yang diturunkan melalui ibu, jadi masih ada kemungkinan ada beberapa pria Indonesia yang tiba bersamaan dengan para wanita pertama itu.


Simulasi komputer menunjukan kalau pemukiman dimulai sekitar 830 AD, saat Indonesia sedang mengembangkan jalur perdagangan di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya di Sumatra.


Penelitian itu juga menunjukan kontribusi lain dari Asia Tenggara.


Secara linguistik, penduduk Madagaskar berbicara dengan dialek yang bila ditelurusi berasal dari Indonesia.


Kebanyakan leksikon, daftar istilah sesuai abjad, berasal dari bahasa Maanyan, bahasa yang digunakan di daerah lembah Sungai Barito di tenggara Kalimantan -- daerah pedalaman yang terpencil -- dengan beberapa tambahan dari bahasa Jawa, Melayu atau Sansekerta.


Bukti lain dari kependudukan Indonesia itu datang dari penemuan perahu cadik, peralatan besi, alat musik seperti gambang dan "kebudayaan makanan-makanan tropis" seperti budidaya nasi, pisang, ubi jalar dan talas yang dibawa dari seberang lautan.


"Madagaskar mulai ditempati sekitar 1.200 tahun lalu, terutama oleh sekelompok kecil perempuan Indonesia, dan kontribusi Indonesia -- seperti bahasa, budaya dan gen -- terus berlanjut mendomniasi Madagaskar sampai saat ini," ujar laporan tersebut.


Bagaimana cara 30 wanita itu menyebrangi Samudra Hindia untuk sampai ke Madagaskar masih menjadi misteri.


Salah satu teori menyebutkan kalau mereka datang dengan kapal pedagang, meski belum ditemukan bukti kalau wanita ikut dalam pelayaran panjang di kapal pedagang Indonesia.


Teori lain menyebutkan kalau Madagaskar dimulai dari koloni pedagang resmi, atau mungkin menjadi pusat pelarian pengungsi yang kehilangan tanah dan kekuatan di masa ekpansi wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.


Tapi hipotesa ketiga -- dan yang paling berani -- menyebutkan kalau para wanita tersebut berada di kapal itu karena melakukan pelayaran antar samudra secara kebetulan. Pemikiran itu didukung oleh simulasi pelayaran menggunakan indikasi arus laut dan pola cuaca musim monsun, ujar tim Cox.


Memang, di Perang Dunia II, bangkai kapal yang dibom di dekat Sumatra dan Jawa terdampar di Madagaskar, bahkan dalam satu kasus, ada seorang penumpang selamat dalam sekoci penyelamat.


Penelitian itu dipublikasikan oleh jurnal Inggris, Proceedings of the Royal Society B.
Read Post | komentar

Madagaskar Ditemukan Oleh Perempuan Indonesia

Platinum Site - Madagascar, tanah yang dihuni binatang-binatang unik dan memiliki kekayaan hayati luar biasa adalah salah satu tempat yang paling akhir dihuni manusia. Penelitian menguak, pulau terbesar di dunia itu mulai dihuni sejak 1.200 tahun lalu.

Yang menarik, kolonialisasi Madagaskar mungkin terjadi tanpa disengaja. Peneliti menyebut, sekelompok perempuan dari Indonesia adalah penghuni pertama Madagaskar. Ada kemungkinan mereka terpaksa naik ke daratan karena kapal dagang yang membawa mereka terbalik.

"Hal yang tak biasa tentang pulau ini adalah, Madagaskar terletak sangat jauh dari Indonesia. Ia juga dihuni belakangan, ketika sebagian besar dunia telah berpenghuni," kata peneliti dari Massey University Selandia Baru, Murray Cox, kepada situs sains LiveScience. "Kita bicara tentang budaya yang menyebar di sepanjang Samudera Hindia."

Penelitian genetika sebelumnya secara mengejutkan menunjukkan, alih-alih datang dari Afrika, nenek moyang penduduk yang tinggal di lepas pesisir timur Afrika itu justru berasal dari Indonesia, negara yang berjarak seperempat dunia, atau sekitar 5.600 kilometer. "Yang belum kami ketahui pasti adalah, apa yang terjadi saat itu. Kapan mereka datang dan bagaimana?" kata Cox.

Untuk menemukan jawaban itu, Cox dan para koleganya menganalisa gen dari mitokondria, dari 300 penduduk asli Madagaskar dan 3.000 Indonesia. Mitokondria adalah baterai sel, pabrik energi sel. Namun, mereka istimewa karena gennya diwariskan dari ibu.

Penelitian menyimpulkan, dari gen-gen tersebut, menunjukkan ada kesamaan antara genom orang Indonesia dan orang Madagaskar.

Untuk menemukan berapa lama dan berapa orang Indonesia yang menghuni pulau tersebut untuk kali pertamanya, para ilmuwan menjalankan sejumlah simulasi komputer. Lantas ditemukan, Madagaskar dihuni populasi kecil, 30 perempuan, yang tiba di pulau itu 1.200 tahun lalu. Sebanyak 93 persen atau 28 orang adalah orang Indonesia, dua lainnya Afrika,

Ilmuwan menyimpulkan, semua penduduk asli Madagaskar terkait dengan 30 perempuan itu.

Lalu bagaimana dengan para pria?

Beberapa penelitian sebelumnya tentang orang Madagaskar, khususnya terkait kromosom Y (yang diturunkan dari ayah ke anak) mengindikasikan, nenek moyang laki-laki juga berasal dari Asia Tenggara. Meski para ilmuwan belum mendapatkan petunjuk, berapa jumlah mereka.

"Juga ada kromosom Y dari Indonesia," kata Cox. "Kami sudah mengetahui bahwa nenek moyang orang madagaskar, baik pria maupun wanita, berasal dari Indonesia. Kami hanya belum tahu ada berapa jumlah pria kala itu. Bukti-bukti yang kami miliki, populasi mereka juga kecil."

Kejutan kapal karam

Pertanyaan yang juga belum terjawab adalah, bagaimana para nenek moyang dari Indonesia sampai ke Madagaskar?

Para ahli mengaku, mereka belum memperoleh kepastian. Fakta bahwa hanya ada 30 perempuan, dan kemungkinan jumlah pria yang sama sedikitnya, mengarah pada faktor ketidaksengajaan.

Ia menduga, saat itu, kapal dagang yang diperkirakan mengangkut 500 orang karam, para penumpangnya yang selamat bisa jadi naik daratan Madagaskar.

"Aku tak mengatakan, kami yakin bahwa itu sesuatu yang tak disengaja. Namun, bukti baru menunjukkan, ini kemungkinan yang masuk akal," katanya.

Arus laut saat itu bisa jadi yang mendorong para korban selamat ke Madagaskar. Selama Perang Dunia II, misalnya, reruntuhan dari kejadian pemboman di Jepang mengapung dan terbawa air sampai Afrika, lantas mendarat di tanah Madagaskar.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, 21 Maret 2012. (umi)
Read Post | komentar
 
© Copyright Platinum Site 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all