Search

Join Us

Join this site

Ads

Tampilkan postingan dengan label Criminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Criminal. Tampilkan semua postingan

Dingo Terbukti Membunuh Bayi di Australia

Selasa, 12 Juni 2012

Platinum Site - Sudah 32 tahun misteri menyelimuti kasus menghilangnya seorang bayi bernama Azaria Chamberlain dari sebuah perkemahan di Australia.

Kedua orangtuanya, Lindy dan Michael Chamberlain, yang mengatakan bayi mereka diculik anjing dingo, sempat dituduh bertanggung jawab atas kematian Azaria. Namun seiring dengan bermunculannya bukti-bukti baru, mereka dibebaskan dari tuduhan pembunuhan sang putri walau diliputi keraguan dari rakyat Australia.

Penyelidikan yang sudah berlangsung belasan tahun pun berakhir. Kantor berita BBC, Selasa 12 Juni 2012 melaporkan, tim forensik penyelidik kasus Azaria akhirnya menyatakan bahwa dingo adalah penyebab hilang dan tewasnya Azaria.

Putusan tersebut didasarkan pada barang bukti berupa rekaman kasus-kasus serangan dingo terhadap manusia yang diserahkan Lindy dan Michael awal tahun ini. Pasangan yang kini telah bercerai itu mengaku lega dengan pernyataan tim forensik.

"Warga Australia tidak bisa lagi berkata dingo tidak buas. Kita tinggal di Australia, negara yang cantik namun berbahaya," kata Lindy yang selama ini gigih mengatakan bahwa dingolah yang bertanggung jawab atas kematian putrinya.

Kasus Azaria Chamberlain merupakan kasus besar yang menyita perhatian seluruh warga Australia dan membagi mereka menjadi dua kubu. Perjuangan Lindy membuktikan bahwa dia tidak bersalah dijadikan ilham film Hollywood, A Cry In The Dark, pada 1988.

Bayi Azaria yang masih berusia delapan minggu hilang dari tendanya di dekat Uluru, Ayers Rock pada 1980. Lindy dan Michael yang mengatakan putri mereka diculik anjing dingo, didakwa berturut-turut sebagai pelaku dan kaki tangan pada 1982.

Penyelidikan terus berjalan. Polisi kemudian menemukan potongan baju bayi yang diduga milik Azaria di sarang dingo, dan kasus kembali dibuka.

Nama Lindy dan Michael pun dibersihkan dari segala tuduhan. Awal tahun ini, penyelidikan keempat kembali dibuka, dengan hasil yang mementahkan tiga penyelidikan sebelumnya.

"Kebenaran itu selalu ada," ucap Michael Chamberlain. "Sekarang tinggal kembali berbenah dan membiarkan putri kami beristirahat dengan tenang."
Read Post | komentar

Kanibal Miami, Akibat Narkoba atau Voodo?Pelaku Rudy Eugene (kiri) dan korbannya, Ronald Poppo (kanan) (Reuters)

Jumat, 01 Juni 2012

Pelaku Rudy Eugene (kiri)
dan korbannya, Ronald Poppo (kanan) (Reuters)
Platinum Site - Ini kejadian yang sangat mengerikan: Sabtu 26 Mei 2012, Rudy Eugene (31) dalam keadaan tanpa busana menyerang seorang tuna wisma bernama Ronald Poppo (65) di sebuah trotoar di perlintasan MacArthur, yang menghubungkan pusat kota dan kawasan pantai Miami.

Itu bukan serangan biasa, Eugene yang tak waras mengunyah wajah korbannya hidup-hidup, sebelum ia akhirnya tewas ditembak mati polisi yang tak berhasil memerintahkannya berhenti.

Korban yang luka parah di bagian muka harus menjalani perawatan selama berbulan-bulan di rumah sakit mengembalikan bentuk wajahnya. Pria malang itu juga berjuang melawan ancaman maut infeksi, dan yang pasti, trauma berat. Kini, polisi terus menyelidiki penyebab insiden penyerangan ini, meski Eugene tak lagi bisa dimintai keterangan.

Salah satu dugaan, Eugene memakai narkoba yang di jalanan dikenal dengan istilah "bath salt", "garam mandi". Meski sering disebut sebagai LSD (lysergic acid diethylamide) jenis baru", efek utama "bath salt" tidak menimbulkan halusinasi atau distorsi ruang dan waktu seperti halnya LSD.

Seperti dimuat CNN, ia sejatinya adalah bahan kimia mirip amfetamin. Seperti campuran methylenedioxypyrovalerone (MDPV), mephedrone, dan pyrovalerone.

Garam mandi bisa dihisap mulut seperti rokok, dihirup, atau disuntikkan. Mirip kokain, atau kristal amfetamin, ia menimbulkan efek psikoaktik, termasuk meningkatkan kewaspadaan, euforia, agitasi dan banyak lagi.

Sementara, efek fisiologis termasuk tekanan darah tinggi dan detak jantung meningkat. "Itu membuat pemakainya gila dan menjadi sangat kejam," kata anggota polisi, Armando Aguilar kepada situs WPLG, yang berafiliasi dengan CNN. "Saat kami mendekatinya, memintanya berhenti sambil menodongkan pistol. Ia menoleh, menggeram seperti binatang."

Seperti dimuat Reuters, karena "bath salt" dibuat oleh "ahli kimia jalanan," tak ada cara untuk mengetahui apa saja bahan kimia dalam formulanya. Juga tidak ada tes medis untuk mendeteksi "bath salt" pada seseorang. "Satu-satunya untuk mengetahuinya, adalah jika mereka memberitahu Anda," kata salah satu ahli.

Pacar menduga voodoo

Seperti dimuat situs SkyNews, Kamis 31 Mei 2012 malam, kekasih Eugene punya dugaan lain selain narkoba: voodoo. Perempuan yang dipacari pelaku selama 5 tahun itu mengaku, ia tak pernah berpikir ilmu hitam itu ada, hingga saat ini. "Aku tak tahu cara lain untuk menjelaskan ini," kata perempuan yang tak mau namanya disebutkan kepada Miami Herald.

Dugaan perempuan itu berdasar dari asal Eugene, Haiti, di mana voodoo lazim dipraktekkan. Meski bukan orang Haiti, sang pacar menduga, pelaku dikutuk seseorang.

Sebab, penggambarkan Eugene sebagai monster pengunyah wajah orang, tidak masuk akal baginya. "Sesuatu terjadi di luar kebiasaan hari itu. Saya tidak ingin dia diberi label "Zombie Miami"," kata dia.

Dalam ingatannya, Eugene adalah pria beriman yang baru-baru ini mencoba mengentikan kebiasaannya menghisap ganja.

Perempuan itu untuk kali pertamanya mengetahui laporan ada orang memakan wajah manusia dari televisi. "Saat itu aku berpikir, itu gila," kata dia. Ia tak mengira pelaku adalah kekasihnya sendiri. Di pagi hari, sebelum insiden terjadi, Eugene sempat mengontaknya, mengabarkan mobilnya sedang rusak.

Pada hari Senin, salah satu keluarga Eugene mengontaknya, memberi tahu bahwa pacarnya adalah pelaku penyerangan yang mengejutkan dunia, sekaligus bahwa ia tewas di-dor polisi.

Ibu Eugene, Ruth Charles juga tampil bicara ke media, membela anaknya. "Semua orang menyebutnya zombie, tapi aku tahu ia bukan zombie. Dia anakku," kata dia kepada CBS-4.

Ia menduga Eugene dalam pengaruh obat ketika melakukan tindakan mengerikan itu. "Aku tak tahu apa yang mereka suntikkan, yang mengubahnya menjadi seperti itu," kata dia.

Sementara, sahabat Eugene sejak remaja, Joe Aurelus mengatakan, temannya itu sedang berjuang berhenti merokok ganja, menghadapi masalah keluarga, dan belum mendapat pekerjaan. "Ia sedang berjuang melawan setan," kata dia.
Read Post | komentar (2)

VIDEO: Bunuh Diri di Facebook

Kamis, 24 Mei 2012

Platinum Site - Halaman Facebook dan video enam menit bisa menceritakan kehidupan remaja 12 tahun. Seorang gadis yang ibunya meninggal saat berumur 3 tahun. Selama pertumbuhan, Hailey Bennet mengalami penyiksaan oleh teman-temannya. Akhirnya, gadis itu bunuh diri.
Masalahnya hanya satu: semua itu palsu.
Kisah ini dirancang oleh siswa SMA dengan membuat laman Facebook dan video. Proyek ini membuat pemeran Bennet, Jessica Barba yang aslinya berusia 15 tahun, diskors pihak sekolah selama 5 hari.
Menurut Mashable, salah satu orangtua melaporkan laman Facebook itu setelah Barba yang menyamar menjadi anak 12 tahun mengaku, "Saya ingin mati." Polisi mengontak pihak sekolah, dan remaja itu dibawa ke kantor asisten kepala sekolah.



atau klick link ini.


Barba membela diri dengan menyatakan sudah memberikan penjelasan pada laman Facebook dan di video itu. Tapi, pihak sekolah menampiknya dengan mencetak bukti tampilan lamannya. Barba tidak memuat penjelasan.
Ibu remaja itu berusaha menunjukkan kepada pihak sekolah bahwa laman itu mencantumkan penjelasan. Tapi, itu tidak melepaskan Barba dari masalah.
"Saya berusaha menjelaskan. Mereka punya bukti cetakan halaman itu. Tapi, tidak ada halaman yang saya maksudkan untuk penjelasan tentang kepalsuan ini," ujar Jessica.
"Ketika saya dihukum, saya menangis histeris. Saya tidak percaya bisa dihukum untuk hasil kerja keras ini. Tujuannya baik," ujarnya seperti dilansir dari MSNBC.
Banyak kisah palsu yang beredar di Facebook mengenai penindasan dan pelecehan. Semua kasus ini menimbulkan masalah dengan hukum. Barba menjelaskan dia bermaksud baik dengan membuat proyek ini. Dia hendak mengingatkan tentang bahaya penindasan di sekolah.
Read Post | komentar

Dituntut, Pirate Bay Coba Naik Banding

Selasa, 15 Mei 2012

Headline
Platinum Site - Dituntut dengan tuduhan pelanggaran hak cipta, pihak Pirate Bay mencoba mengajukan naik banding. Seperti apa?
Pendiri dari Pirate Bay mengatakan bahwa ia akan mengajukan naik banding kasus yang menjeratnya ke pengadilan tingkat Eropa, setelah pengadilan Supreme Court di Swedia, menolak untuk mendengarnya.
"Kini kita tahu bahwa tidak ada solusi lain lagi untuk kasus ini, selain ke pengadilan European Court of Justice," ujar Jonas Nilsson yang mewakili Fredrik Neij. Demikian seperti dikutip dari ST.
Neij, pendiri Pirate Bay, aslinya didakwa satu tahun penjara oleh pengadilan tingkat lebih rendah. Namun pada 2010 pihak pengadilan memendekkan hukumnnya menjadi hanya 10 bulan.
Sementara co-founder Pirate Bay, Peter Sunde dan Carl Lundstroem, juga didakwa delapan dan empat bulan. Ketiga pemimpin Pirate Bay itu diharuskan membayar sebesar US$46 juta, sebagai ganti rugi pelanggaran hak cipta industri film dan musik.
Read Post | komentar

AS dan China Kerjasama Berantas Kejahatan Cyber

Rabu, 09 Mei 2012

Headline
Platinum Site - Pihak AS dan China secara mengejutkan mengumumkan bahwa mereka akan bekerjasama memerangi kejahatan cyber. Seperti apa?
Meski banyak perbedaan pada pandangan politik mereka, namun kedua pihak sepakat melakukan pemberantasan terhadap kejahatan cyber.
Kerjasama itu diumumkan setelah pertemuan antara US Defense Secretary, Leon Panetta dengan Chinese Minister for National Defense, Liang Guanglie, di Washington.
"Pertemuan ini sangat penting mengingat China dan AS telah memiliki kemampuan teknologi yang cukup untuk aksi ini," ujar Panetta. Demikian seperti dikutip dari Mashable.
Laing juga menyangkal klaim yang menyebutkan bahwa China merupakan sumber dari cyber-attack kepada pemerintah AS. "Saya tidak setuju dengan klaim tersebut," ungkapnya.
Sebelumnya berbagai laporan menyebutkan bahwa pemerintah AS dan beberapa firma keamanan menunjuk pihak China bertanggung jawab atas berbagai serangan peretas dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Read Post | komentar

Intai Pengguna Safari, Google Terancam Denda

Senin, 07 Mei 2012

Headline

Platinum Site - Google sedang khawatir atas tuduhan Apple Safari, terkait tuduhan pelanggaran privasi pengguna Apple.
Seperti dikutip dari Mashable, pihak Federal Trade Commission (FTC) di AS mungkin akan mendenda Google sebesar US$10 juta atas tuduhan pelanggaran akses ilegal kepada para pengguna Apple Safari.
"Kami tentunya akan bekerjasama dengan pihak manapun yang memiliki pertanyaan untuk kami," ujar Chris Gaither, juru bicara Google.
Perusahaan asal Mountain View, California itu 'tertangkap basah' melacak aktivitas pengguna Safari pada perangkat mobile Apple. Google dituduh telah melanggar hukum federal dan privasi pengguna, dengan meng-install cookies dan tracker ke browser Safari.
Read Post | komentar

2 Tahun Google Curi Data Pengguna Lewat Wi-Fi

Selasa, 01 Mei 2012

Headline
Platinum Site – Seorang teknisi Google membeberkan rahasia mengejutkan soal perusahaan teknologi ini. Tak disangka, raksasa mesin pencari ini mencuri informasi pribadi pengguna lewat Wi-Fi.
Salah satu manajer teknisi yang tak mau disebut namanya mengaku, kamera yang dipasang di mobil untuk proyek Street View ternyata mencari dan menyimpan data dari jaringan Wi-Fi pengguna.
Di sisi lain, Google berdalih hal ini merupakan ‘kesalahan’ dan tak akan menggunakan data tersebut. Setelah melakukan penyelidikan selama 17 bulan,
LATimes akhirnya menerbitkan laporan penuhnya dan Google juga secara sukarela melakukannya.
“Kami memutuskan secara sukarela untuk menerbitkan dokumen ini tanpa nama individu pengguna. Kami menolak pernyataan yang ada dalam dokumen itu namun kami setuju dengan kesimpulan FCC untuk tidak melanggar hukum,” kata juru bicara Google seperti dikutip WSJ
Laporan ini memberi detail bagaimana mobil Street View yang awalnya bertugas memfoto jalanan ternyata juga merekam sejarah browsing, SMS dan email pribadi pengguna melalui jaringan Wi-Fi pada 2007-2010.
Kita tunggu saja kelanjutannya.
Read Post | komentar

Gawat! Angry Birds Bantu Peretas Serang Smartphone

Sabtu, 28 April 2012

Headline 
Platinum Site – Baru-baru ini, versi terbaru Angry Birds, Angry Birds Space, telah dirilis. Sayangnya, peretas menyelipkan software jahat ke dalam game teka teki terbaru ini untuk menginfeksi gadget pengguna.

Software jahat yang ada pada game ini membuat peretas mampu mengendalikan perangkat yang terinfeksi secara penuh dari jarak jauh. Trojan yang terinstal akan mencuri informasi pribadi seperti detail bank seperti dikutip DM.

Bahkan, peretas juga menggunakannya untuk melakukan serangan cyber massal menyerang situs lainnya. Software jahat ini sendiri ditemukan di toko resmi Google, Google Play. Hal ini bisa terjadi karena aplikasi apa pun bisa diinstal di Android di mana hal ini berlawanan dengan iOS Apple.

“Nampaknya kami harus terus mengingatkan pengguna Android untuk terus berhati-hati pada malware semacam ini. Pengguna harus ekstra hati-hati saat mengunduh aplikasi Android yang belum diotorisasi,” tutup pakar keamanan Graham Clueley dari Sophos.

Read Post | komentar

Hati-hati, Bulan Juli Internet Dunia 'Blackout'

Headline 


Platinum Site - Waspadalah, karena bulan Juli nanti seluruh dunia bisa kehilangan akses internet. Benarkah?
Pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) memperingatkan bahwa lebih dari 300.000 pengguna internet dunia dapat kehilangan akses internet mereka, terkait penipuan 'scam' yang bernilai jutaan dollar.
Meskipun begitu, para pengguna dapat sejenak bernapas lega, karena telah hadir DCWG.org, sebuah situs yang dibuat oleh FBI, sehingga pengguna dapat mengecek, apabila mereka terkena serangan malware dan ingin memindahkannya.
Enam warga Estonia ditangkap atas tuduhan penipuan pada November, setelah pengintaian selama dua tahun oleh operasi FBI bernama Ghost Click, terhadap mereka. Demikian seperti dikutip dari Interaksyon.
Federal Bureau of Investigation mengestimasi bahwa ada sekira 568 ribu komputer yang terinfeksi malware, yang mengarahkan pengguna ke situs-situs penipuan.
Read Post | komentar

Sopir Truk Pasir Terancam 12 Tahun Penjara

Jumat, 06 April 2012



  

Platinum Site- Sopir truk pasir, Aji Solihin alias Mamad (24), akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun di tol Cawang-Jagorawi pagi tadi yang menyebabkan lima orang tewas.
Aji hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Jika terbukti lalai, Aji bisa terancam hukuman 12 tahun penjara.
"Hasil interogasi ternyata dia mengantuk karena dua hari belum tidur tapi tetap narik terus," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Jumat (6/4/2012), saat dihubungi wartawan.
Dengan alasan itu, kata Rikwanto, penyidik akhirnya menjerat Aji dengan pasal 311 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan nomor 22 tahun 2009. Ancaman hukuman pasal itu yakni 12 tahun penjara.
"Karena adanya unsur kesengajaan mengemudikan kendaraan bermotor padahal diketahui sedang dalam kondisi yang membahayakan diri sendiri maupun jiwa orang lain," kata Rikwanto.
Adapun, Aji ditangkap penyidik Ditlantas Polda Metro Jaya pada Jumat siang tadi di rumahnya di wilayah Jakarta Utara. Saat ditangkap, Aji diketahui bekerja di KBN Marunda sejak enam bulan lalu.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di dalam jalan tol Cawang-Jagorawi KM 03.600, Jakarta Timur pada Jumat (6/4/2012) pukul 02.25.
Saat itu, truk B 9466 JU, B 9007 VW, dan B 9298 JK sedang parkir di pinggir jalan tiba-tiba saja datang truk tronton B 9113 UYT yang membawa pasir menghantam semua kendaraan itu.
Akibatnya, lima orang pekerja pengaspal jalan tewas dalam peristiwa itu. Mereka adalah Ichsan, Yudi, Jenu, Rustono, dan Dwi. Sementara luka berat berjumlah empat orang. Mereka adalah Wanda, Suhanda, Daswan, dan Agus.
Read Post | komentar

Cyber Crime Menggurita, DPR Kebut UU Tindak Pidana TI

Minggu, 25 Maret 2012


Platinum Site - Indonesia masih dibayangi kejahatan dunia maya yang merugikan banyak kalangan. Terlebih sebelumnya, Indonesia masuk lima besar negara dengan cyber crime tertinggi, namun sejak tahun 2011 posisi Indonesia sudah mulai bergeser.

"Indonesia sempat menduduki posisi 5 besar cyber crime tertinggi di dunia, sejak 2011 lalu peringkat itu berangsur ditinggalkan," ujar anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo saat berbincang dengan detiksurabaya, di Jatim Park II, Kota Batu, Sabtu (24/3/2012).

Roy -- yang juga politisi dari Partal Demokrat ini menilai, kondisi cyber crime yang ada di Indonesia memaksa pihak terkait untuk menyediakan aturan hukum lebih pas.

Untuk itu, DPR kini tengah menggarap UU Tindak Pidana Teknologi Informasi (Tipiti) untuk memberikan perlindungan kepada pengguna internet, kartu kredit dan penggiat transaksi elektronik lainnya. Sebab, mereka menjadi sasaran utama cyber crime saat ini.

"Kejahatan carding atau pembobolan kartu kredit masih marak di Indonesia. Harapan kami dengan regulasi baru benar-benar memberikan jaminan keamanan bagi penggunanya melalui undang-undang tindak pidana teknologi informasi," ungkapnya.

Menurut Roy, telah banyak masyarakat Indonesia memiliki kemampuan di bidang TI merupakan dampak pesatnya perkembangan teknologi. Namun belum mendapatkan perhatian serius sehingga memilih hengkang meninggalkan negaranya.

"Di sisi lain, pelaku kejahatan cyber masih berkeliaran dan merugikan orang lain," tuturnya. Sementara, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Undang-Undang Telekomunikasi Nomor 36 Tahun 1999 dianggap belum kuat menjerat pelaku kejahatan TI.

Karena itu, lanjut dia, Komisi I selaku pihak yang membidani urusan TI dan telekomunikasi di DPR mengusulkan UU Tipiti untuk melengkapi kekurangan dari dua regulasi di atas.

Draft rancangan UU itu sendiri telah ditawarkan kepada pemerintah untuk menyamakan pandangan di dalamnya sehingga dalam waktu dekat bisa segera disahkan.

"Sudah kita kirim kepada pemerintah draf RUU itu, tinggal menunggu pengesahan nanti," Roy menandaskan.
Read Post | komentar

Pembantai Yahudi Prancis Akhirnya Tewas

Jumat, 23 Maret 2012

Headline 
Platinum Site – Tersangka pembantai sejumlah warga Yahudi di Prancis akhirnya tewas di tangan penembak jitu, Kamis (22/3/2012). Pengepungan di rumahnya yang berlangsung lama berakhir dengan tewasnya, Mohammed Merah (23 tahun), pelaku penembakan yang menewaskan seorang rabi, tiga siswa sekolah Yahudi, dan tiga tentara.
“Dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah, terlihat ia tewas karena tembakan tepat di kepala. Ia mengenakan rompi antipeluru,” ujar jaksa Francois Molins, sebagaimana dikutip BBC, Kamis (22/3/2012).
Sebelumnya, polisi mengepung rumahnya selama 32 jam dan memintanya menyerahkan diri. Namun, tersangka itu menolaknya dan terjadilah tembak-menembak. Merah, kemudian mencoba meloloskan diri dengan melompat melalui jendela sambil menembakan senjatanya. Ia tersungkur setelah seorang penembak jitu melumpuhkannya. Ia pun tewas di tempat.
Merah adalah warga Prancis keturunan Aljazair yang dipercaya sebagai simpatisan Al Qaeda. Ia melakukan aksinya sebagai pembalasan atas pembantaian anak-anak di Palestina. Pada Senin (19/3/2012), ia menembakkan senjatanya secara brutal di sebuah sekolah Yahudi di Toulouse, Prancis dan menewaskan empat orang.
Sepekan sebelumnya, ia menembak tentara. Tindakannya itu dinyatakan sebagai protes atas pembantaian di Palestina dan keterlibatan tentara Prancis di luar negeri.
Merah teridentifkasi sebagai tersangka setelah rekaman video aksinya terungkap. Dalam rekaman ketika membunuh tiga tentara, ia sempat berucap, “Kamu telah membunuh saudara-saudaraku. Sekarang, saya bunuh kamu.”
Saudara yang ia maksud dipercaya sebagai kelompok Taliban di Afghanistan. Tiga tentara itu memang pernah bertugas di sana.

Read Post | komentar

Pengepungan Mohammed Merah Terus Berlangsung, Ada Ledakan & Tembakan

Kamis, 22 Maret 2012

Platinum Site -  Pengepungan kepolisian Prancis terhadap tersangka penembakan sekolah Yahudi di Kota Toulouse masih berlangsung. Operasi tersebut telah berlangsung 24 jam! Suara-suara ledakan dan tembakan terdengar dari arah apartemen yang menjadi persembunyian tersangka yang mengaku militan Al-Qaeda tersebut.

Beberapa ledakan dan tembakan terdengar sekitar pukul 02.00 dini hari, Kamis (22/3/2012) waktu setempat. Pengepungan ini nampaknya berjalan cukup alot, sebab pihak negosiator telah melakukan dialog dengan tersangka dan tersangka berjanji menyerahkan diri. Namun hingga saat ini janji tersebut tak kunjung terealisasi.

Pelaku penembakan diketahui bernama Mohammed Merah. Pria berumur 24 tahun itu merupakan warga negara Prancis keturunan Aljazair. Polisi meyakini Merah berbekal senjata cukup canggih, antara lain senapan jenis Kalashnikov, pistol jenis Mini-Uzi, dan sejumlah senjata api lainnya.

"Dia mengatakan akan menyerahkan diri. Tapi sepertinya dia berubah pikiran, jadi kami terus menekan agar dia menyerah," tutur salah seorang petugas yang ikut dalam operasi pengepungan, seperti dilansir oleh AFP, Kamis (22/3/2012).

Pengepungan terhadap Merah dilakukan sejak Rabu (21/3) pagi waktu setempat. Saudara laki-laki Merah yang juga terlibat serangan tersebut telah ditangkap. Dua polisi terluka dalam operasi pengepungan ini.

Kepada negosiator, Merah mengklaim dirinya sebagai anggota militan Al-Qaeda yang terlatih. "Mohammed Merah menyatakan dirinya anggota Al-Qaeda. Dia menjelaskan dirinya telah menjalani pelatihan oleh Al-Qaeda di wilayah Waziristan, yang terletak di antara Pakistan dan Afghanistan," jelas jaksa khusus antiterorisme, Francois Molins, kepada wartawan.

Dalam dialognya dengan negosiator, Merah telah mengakui dirinya sebagai pelaku serangan penembakan di sekolah Yahudi, Ozar Hatorah di Kota Toulouse pada Senin, 19 Maret lalu, yang menewaskan empat orang. Keempat korban tewas tersebut adalah seorang guru berumur 30 tahun beserta dua anaknya. Korban tewas lainnya adalah seorang murid berumur 7 tahun.

Merah juga mengakui dirinya berada di balik dua aksi penembakan sebelumnya yang menewaskan tiga tentara Prancis di wilayah yang sama. Dalam aksi-aksinya itu, Merah berhasil kabur dengan mengendarai sepeda motor.

(nvc/ita)
Read Post | komentar

Polisi Kolombia mendapat ancaman

Selasa, 20 Maret 2012

Platinum Site - Polisi Kolombia mendapat ancaman pembunuhan dari sebuah geng kriminal.

Para polisi di wilayah utara Kolombia kini dalam kewaspadaan tinggi setelah geng kriminal Urabenos menawarkan hadiah uang untuk siapapun yang berani membunuh polisi.

Tawaran uang sebasar US$500 atau Rp 4,5 juta ini dicantumkan dalam sebuah selebaran yang ditemukan polisi. Hadiah uang ini akan lebih besar jika yang dibunuh adalah anggota polisi anti narkotika.

Selebaran ini muncul hanya beberapa pekan setelah polisi menewaskan pemimpin geng Urabenos Juan de Dios Usuga dalam sebuah penggerebekan di peternakannya.

Penggerebekan yang dilakukan polisi anti narkotika itu dilakukan di Necoli, Provinsi Cocho saat Usuga tengah merayakan malam pergantian tahun.

Komandan polisi di kawasan itu, Jenderal Jose David Guzman mengatakan sudah memperingatkan jajarannya soal ancaman pembunuhan itu.

"Kami belum bisa memastikan apakah geng Urabenos akan mengadopsi strategi ini untuk menyerang polisi atau tidak. Yang jelas kami bersiaga," kata Guzman.

Intimidasi
Sejumlah pejabat mengatakan Usuga atau lebih dikenal dengan sebutan Giovanni bersama anak buahnya menembaki helikopter polisi sesaat setelah mendarat dan menewaskan seorang anggota polisi.

Akibatnya terjadi baku tembak yang kemudian menewaskan Usuga. Setelah tewasnya sang pemimpin geng ini justru semakin meningkatkan aktivitasnya.

Anggota geng ini menutup jalan dan mengancam para pedagang agar tidak menjalankan aktivitasnya. Kondisi ini melumpuhkan perekonomian warga provinsi Antioquia dan Cordoba.

Los Urabenos adalah salah satu kelompok bersenjata yang oleh pemerintah Kolombia disebut Bacrim alias geng kriminal.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menyatakan perang melawan geng kriminal menjadi salah satu prioritas pemerintahannya.

Presiden menawarkan hadiah US$2,1 untuk informasi yang bisa mengungkap keberadaan Otoniel, pemimpin geng Urabenos.

Pemerintah Kolombia juga mengumumkan pembentukan kesatuan polisi baru di kota Santa Marta, salah satu basis terkuat Urabenos di pesisir Atlantik.
Read Post | komentar

Seorang Guru Memperkosa Murid

http://images.detik.com/content/2012/03/20/1148/kathleen-dailymail-DLM.jpg
Oklahoma, Seorang guru SMP di Oklahoma, Amerika Serikat (AS) didakwa pidana pemerkosaan terhadap seorang muridnya. Wanita berusia 27 tahun ini sengaja merencanakan kencan dengan muridnya di sebuah hotel, yang berujung hubungan seks. Pelajar tersebut, seorang remaja putra berumur 17 tahun.

Bu guru bernama Erin Kathleen Queen ini mengajar bahasa Inggris dan juga menjadi pelatih basket bagi pelajar putri di SMP Charles Page di Sand Springs, Oklahoma. Kathleen ditangkap oleh kepolisian setempat pada Sabtu (17/3) waktu setempat lalu.

Menurut polisi, Kathleen sengaja mengajak seorang muridnya menginap di hotel setempat, Candlewood Suites di Tulsa, pada Jumat (16/3) waktu setempat. Perbuatan Kathleen ini terungkap pada Sabtu pagi oleh orang tua si murid, yang memergoki keduanya berada dalam satu kamar. Polisi yang ditelepon oleh orangtua murid itu pun langsung datang ke hotel dan menangkap bu guru tersebut.

Demikian seperti dilansir oleh Daily Mail, Selasa (20/3/2012).

Sesuai dengan UU yang berlaku di negara bagian Oklahoma, perbuatan Kathleen dikenai dakwaan pemerkosaan anak di bawah umur. Dalam UU disebutkan bahwa hubungan intim antara siswa di bawah 18 tahun dengan seorang staf atau pegawai sekolah yang sama maupun terhadap pihak lainnya, tergolong sebagai pemerkosaan.

Kathleen ditahan di Penjara Distrik Tulsa, namun kemudian dia bebas bersyarat setelah membayar jaminan sebesar US$ 50 ribu atau sekitar Rp 458 juta.
Read Post | komentar

FBI Memburu Petinggi Megaupload

Minggu, 22 Januari 2012

Departemen Kehakiman dan Biro Investigasi Federal mendakwa tujuh orang yang terlibat dalam pembajakan Internet. Pemerintah Amerika Serikat juga menutup situs terbesar, megaupload.com, yang memungkinkan pengguna anonim mentransfer film dan musik dengan file besar.

Empat dari tujuh orang, termasuk pendiri situs Megaupload ini ditangkap di Selandia Baru. Tiga orang lainnya masih buron. Ketujuh orang yang dijuluki "konspirasi mega" ini didakwa dengan tuduhan pelanggaran hak cipta dan konspirasi dengan potensi hukuman lebih dari 20 tahun penjara. Tentu saja, penangkapan ini masih berkaitan erat dengan rencana pengesahan Undang-Undang Anti-pembajakan Amerika Serikat alias Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect Intellectual Property Act (PIPA) yang tengah jadi isu panas di Amerika Serikat.

Salah satu pendiri situs yang tertangkap ini bernama Kim Dotcom, yang bernama asli Kim Schmitz. Dotcom, pria berusia 37 tahun berkewarganegaraan ganda Finlandia dan Jerman ini menghabiskan waktunya di Hong Kong dan Selandia Baru, serta menyebut dirinya flamboyan dalam video-video YouTube. Perannya yang penting sebagai salah satu operator web yang paling menonjol membuatnya mendapat julukan di Hollywood: Dr Evil. Barangkali julukan yang sebenarnya "celaan" ini karena Dotcom mendapat penghasilan sebesar US$ 42 juta dari pengoperasian Megaupload sepanjang 2010.

Di rumah mewahnya di Auckland, Kepolisian Selandia Baru menyita senjata, sejumlah barang berharga, uang tunai US$ 8 juta, dan mobil mewah senilai US$ 5 juta. Pengacara Dotcom semula menolak permintaan media untuk difoto, tapi kemudian Dotcom muncul dan menyatakan dia tak keberatan. "Karena kami tidak mempunyai sesuatu yang harus disembunyikan," ujar pria yang juga punya nama lain Kim Tim Jim Vestor ini.

Toh, Ira P. Rothken, pengacara Megaupload, mengatakan bahwa pemerintah mempercayai fakta-fakta yang salah.

Tiga orang lain yang ditangkap bersama Dotcom, dua di antaranya berkewarganegaraan Jerman dan seorang warga negara Belanda. Sementara tiga orang lain yang masih buron, masing-masing warga negara Jerman, Slovakia, dan Estonia.

Megaupload yang ditutup sejak Kamis, 19 Januari 2012 oleh otoritas negara Abang Sam ini didakwa bersekongkol dalam pelanggaran hak cipta dengan skala besar. Dalam dakwaan juri, Megaupload dituduh menyebabkan kerugian lebih dari US$ 500 juta bagi pemilik hak cipta.

Sumber : Tempo.co
Read Post | komentar

Megaupload Ditutup, Anonymous Ngamuk dan Menyerbu Situs FBI

Jumat, 20 Januari 2012

KOMPAS.com — Kelompok Anonymous tampaknya tidak senang dengan ditutupnya Megaupload. Lewat akun @YourAnonNews, pesan itu disampaikan.

"Pemerintah menutup #Megaupload? 15 menit kemudian #Anonymous menutup situs pemerintah dan label rekaman. #NantikanKami," demikian kurang lebih bunyi tweet ancaman mereka.

Seperti disampaikan oleh TechCrunch, beberapa pihak tak lama kemudian jadi sasaran serangan Anonymous. Salah satunya adalah situs FBI yang menurut beberapa laporan telah mengalami gangguan.

Selain itu, Anonymous menyerang situs Universal Music, RIAA (asosiasi industri rekaman), MPAA (asosiasi industri film) dan Departemen Kehakiman AS.

Menurut tweet @YourAnonNews, serangan ini merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan Anonymous. "Sebanyak 5.635 orang telah memastikan menggunakan #LOIC untuk menjatuhkan situs-situs! #Anonymous," demikian tweet itu.

Serangan Anonymous kali ini diberi label "OpMegaupload". Seperti biasa, Anonymous memanfaatkan jejaring mereka yang tersebar luas dan sulit dideteksi.

Menurut Gawker, Anonymous menggelar serangan itu dengan menyebarkan tautan di berbagai tempat, mulai dari Twitter hingga chatroom mereka.

Jika tautan itu diklik, maka pengguna akan langsung menjalankan serangan ke situs yang jadi sasaran. Serangan memanfaatkan peranti Low Orbit Ion Cannon (LOIC) yang berjalan otomatis dari sebuah halaman di PasteHTML.

Pengguna perlu berhati-hati saat mengklik tautan terkait OpMegaupload ini jika tak mau ikut-ikutan melakukan serangan ke situs yang jadi sasaran.

Source : Kompas.com
Read Post | komentar (4)

Pria Saudi Mencoba Menjual Anaknya Lewat Facebook

Rabu, 11 Januari 2012

RIYADH - Seorang pria Saudi mencoba untuk menjual anaknya di Facebook untuk sekitar 20 juta dolar AS untuk menghindari 'hidup dalam kemiskinan' setelah bisnis ilegalnya ditutup. Saud bin Nasser Al Shahry mengklaim perdagangan anaknya satu-satunya pilihan untuk terus bisa menghidupi istri dan putrinya.


http://media.zenfs.com/id-ID/News/republika/saud-bin-nasser-al-shahry-dan-anak-yang-akan-dijualnya-_120111071726-504.jpg
(foto nasser al shahry dan anaknya)


Al Shahry membuat keputusan tersebut setelah usaha jasa debt collector-nya ditutup pemerintah karena dianggap ilegal. Sebelumnya, tulis Koran Al Sharq yang terbit di Qatar, ia pernah menanyakan apakah pemerintah bisa membantunya secara finansial ketika usahanya ditutup.
Kini dia dikabarkan berurusan dengan aparat hukum terkait rencana penjualan anaknya itu.
Perdagangan manusia adalah pelanggaran di Arab Saudi. Namun negara tidak menerapkan standar internasional minimal, menurut Departemen Luar Negeri AS.
Dalam laporan terbaru, dikutip dalam Venture Beat,  pemerintah Saudi 'tidak memiliki perangkat hukum yang memadai untuk anti-perdagangan manusia'. Meskipun ada bukti tentang luasnya tindak perdagangan manusia, mereka tidak melakukan tuntutan hukum, penghukuman atau pemenjaraan atas kejahatan perdagangan yang dilakukan terhadap  pekerja rumah tangga asing di negerinya. "
Sekitar setengah dari semua anak-anak Saudi menghadapi kekerasan domestik atau beberapa jenis kekerasan fisik dan psikis, kata sebuah kelompok hak asasi manusia Arab Saudi, Perhimpunan Nasional Hak Asasi Manusia.

Sumber : yahoo.com
Read Post | komentar (8)
 
© Copyright Platinum Site 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all